Perubahan Kecil tapi Berarti Banyak Loh

11:33 PM

Kali ini aku mau nulis hal yang gak biasa

*gak biasa bagi aku sih haha


Oke, buat kali ini aku aja bingung mau nulis judulnya apa.
Tapi aku coba buat cerita dengan baik :)

______________________________________________________

Semakin hari kita menjalankan hari-hari yang tak bisa diduga
Sedikit demi sedikit tanpa kita sadar juga ada sesuatu yang berubah dari diri kita baik yang kita ingin ataupun tidak.
Terkadang sulit untuk menerima ataupun menolak perubahan itu.
Terkadang perubahan itu tidak dapat kita terima dengan akal kita.
Terkadang perubahan itu bisa membawa kebaikan dan keburukan bagi kita sendiri.
Walaupun berusaha menghalang-halangi perubahan tersebut kita tetap mengalaminya.
Tanpa kita sadari perubahan itu terjadi dari apa yang sedang kita jalani dikehidupan ini.

Setiap orang memiliki pencapaian masing-masing.
Berusaha mendakinya demi keyakinan yang terjebak di hati dan pikirkan.
Menganggap segala sesuatu untuk mencapainya itu adalah hal yang berarti bagi diri kita adalah hal sangat wajar kita alami.

Dimana dari hal itulah yang terkadang tidak kita sadari mulai mempengaruhi diri kita. Dengan perasaan yang samar-samar tapi terus melangkah dengan harapan kita hadapin segala sesuatunya. Sampai suatu saat kita menyadari hal yang membuat kita bertanya kepada diri kita sendiri.

Aku adalah seseorang yang sangat mengidam-idamkan sebuah pekerja yang bagiku sangat keren bahkan aku masih sangat yakin aku masih diberikan jalan untuk menujunya walaupun aku sedang tidak dijalan yang semestinya.

Aku seorang yang ingin menjadi Psikolog di suatu saat nanti, yang akan di kenal dengan karya-karya gemilang tanpa melihat background siapa aku.

Itulah yang selalu aku tuliskan di hatiku walau perih rasanya menjalankan kenyataannya. 
Sekarang aku hanya seorang mahasiswa yang dibayang-bayangi peran orangtua didalamnya.

Tetapi aku hanya memikirkan menjadi seorang Psikolog saja. Bahkan asalkan mendapat gelar sarjana psikologi aku sudah yang bangga dan bisa menjadi psikolog pun adalah pencapaian yang sangat berarti bagiku.
Namun, semakin kedepan aku menyadari sesuatu hal. Aku yang dulunya mempunyai perasaan iri terhadap sosok anak kecil kini berubah menjadi sosok yang peduli terhadap perkembangan diri mereka.
Sebenarnya hal ini sangatlah tidak aku sadari sebelumnya. Aku yang dulu hanya peduli untuk menjadi psikolog. Dan pernah terpikir bukan bidang psikolog anak yang ingin aku jalani.

Sekarang aku menyadarinya kalau aku peduli terhadap perkembang diri dari si anak, aku mulai tertarik untuk mendalami apa yang sekarang aku pedulikan. Hingga menimbulkan pertanyaan bagi diriku sendiri.

SEJAK KAPAN AKU PEDULI MEREKA?
MENGAPA AKU PEDULI TERHADAP MEREKA?
MENGAPA HAL INI BISA TERJADI PADAKU?

3 pertanyaan itulah membuat aku akhirnya bisa menerima hal yang terjadi pada diriku sekarang.
Sebenarnya dari dulu aku sudah peduli terhadap lingkungan si anak tetapi itu hanya pemikiran yang tidak aku utarakan. Dengan alasan pengalaman yang mendasari aku peduli terhadap mereka. Pada awalnya aku hanya ingin perilaku si anak dan si remaja bisa lebih baik dari aku hingga akhirnya aku memikirkan cara agar mereka tidak mengalami masa-masa yang buruk yang aku alami baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. 
Hanya bisa memikirkan tetapi tidak pernah aku utarakan itulah aku.
Sampai akhirnya aku lebih tertarik terhadap kasus-kasus anak di bawah umur yang pada waktu itu sedang merajalela di media. Ada banyak kasus yang terjadi anak dibawah umur seperti pelantaran anak, penganiyayan anak, anak hilang, kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, pelecehan seksual dan masih banyak lagi.

Kasus yang membuat aku yang tertarik dan berdasarkan pengalaman adalah Bullying. Aku juga seorang korban bully di sekolah. Aku juga pernah menjadi pelaku bullying. Sebenernya aku tidak mengetahui apa-apa mengenai hal ini. Tetapi hal ini tetap terjadi pada saat aku masih duduk di Sekolah Dasar (SD) hingga akhirnya aku memahaminya di bangku SMP. Ini jugalah yang membuatku melangkah tanpa ragu untuk menjadi seorang psikologi.

Tapi aku yang dulu tidak peduli dengan anak-anak di bawah umur disekitarku. Aku yang dulu hanya melihat mereka yang terdengar kasusnya olehku. Sangat disayangkan hal yang bisa aku pelajari itu aku lewatkan saja. 
Menyesali itu boleh agar menjadi tamparan bagi kita tetapi tidak boleh berlarut lama. Aku yang sekarang mulai memperhatikan si anak ataupun remaja tanggung di sekitarku untuk mempelajari keadaan mereka.
Hal ini harus aku mulai dari awal untuk bisa mempelajarinya karena aku bukan mahasiswa psikologi (sangat disayangkan).
Sedikit demi sedikit aku mulai memahami apa dan bagaimana itu terjadi pada si anak.
Ini memang sedikit terlambat dan dimulai dengan perlahan serta melawan arus dari apa yang sudah aku perbuat. Tetapi aku tak pernah pupus harapan. Aku selalu melihat masa depanku ada di tanganku sendiri. Imajinasikanlah dan gapailah dengan penuh keyakinan serta hati yang tulus. Insya allah kita semua bisa menggapai yang kita impikan.

You Might Also Like

0 komentar

Komentar