LOST : Part. 1

4:21 PM

Aku terlahir di dunia ini.
Aku tumbuh di dunia ini.
Aku belajar di dunia ini.
Apakah dunia ini tempat yang engkau harapankan?
Karena aku berharap kepada diriku sendiri, aku bisa diterima, dikenal, diingat, dan dikenang atas pencapaianku.
Aku tak tahu apa yang orang bicarakan.
Aku tak tahu apa yang orang dambahkan.
Aku tak tahu apa yang orang cari.
Aku terlahir di dunia ini dengan membawa harapan besar dan kemilauan dari orang yang sangat berarti keberadaannya didekatku.
Aku terlahir di dunia ini memikul begitu banyak pertanyaan. Aku terus mencari-cari jawaban yang dapat aku terima. Tetapi aku salah. Aku tak bisa mencari apa yang hanya aku inginkan atau aku ketahui.
Dunia ini tempat yang luas. Tak cukup kalau saja hanya mencari apa yang ingin aku ketahui. Aku harus berusaha mencari tahu apa dan bagaimana, siapa dan mengapa, dimana dan kapan. Dengan begini aku tak akan habis pertanyaan dan tak akan habis untuk mencari jawaban, karenanya dunia ini luas. Alangkah sia-sia jika kita tidak mencari tahu apa saja yang berkaitan dengan dunia tempat kita lahir ini.
Di dunia ini aku tak sendiri.
Di dunia ini penuh akan ragam cerita.
Di dunia ini penuh akan pilihan.
Di dunia ini penuh akan nostalgia.
Ada yang bilang kepadaku, kalau hidup itu harus belajar dari sejarah. Tetapi kupikir setiap orang memiliki sejarahnya masing-masing. Dan apakah kita perlu mempelajari sejarah orang lain? Atau cukup sejarah kita sendiri yang dipelajari sebagai pedoman hidup?
Berbicara sejarah berarti membicarakan kejadian yang sudah terjadi di masa lalu.
Sebelum aku terlahir di dunia ini, sudah ada orang yang mendahuluiku untuk bertualang di dunia ini.
Tetapi bukankah waktu itu terus berjalan maju dan hal yang sama terjadi lagi itu tak akan sama seperti dulunya. Jadi, hal apa yang mesti kita pelajari di masa lalu? Menurut pikiranku yang sederhana ini, kita boleh mempelajari sejarah hidup seseorang sebagai pedoman. Hanya sebagai pedoman. Seterusnya untuk menjalani kehidupan ini, kita diberikan kesempatan untuk bisa menyesuaikannya dengan apa yang sedang kita alami.
Dengan begini, kita tidak perlu melupakan sejarah kita.
Sejarah kita bukan satu-satunya penentu bagaimana kita hidup di masa sekarang ataupun masa depan nanti.

Sejarah perlu kita kenang tetapi apa yang telah terjadi tidak bisa kita gantikan. Kecuali, kita memadupadankan sejarah dan logika penyesuaian.

You Might Also Like

0 komentar

Komentar