Salah Kasih Kesempatan (Part.1)

8:24 PM

Sebenarnya ini pengalaman pribadi yang sering terulang, entah kapan bisa menyadarinya sebelum melakukannya. Huft.. tapi aku gak mau di bawa terlalu serius di kehidupan aku, ya gak terlalu pentinglah, tadinya. Nah nah nah, karena baru-baru ini terulang lagi, mungkin biar aku nyadar, ada baiknya aku share aja kali ya? Aku share bukan untuk nyindir kiri-kanan nih tapi kalo ada yang merasa, ya kita saling melihat diri sendiri aja deh hahaha..

Mereka itu "Datang dan Pergi" sesuka hati! Digituin sekali-dua kali sih kalo aku masih yang biasa aja. ya kalo diinget-inget aku juga suka gitu. hahaha.. Perlu diinget kalo udah digituin berkali-kali, kita musti ada tindakan!! KITA BUKAN TEMPAT TRANSIT!


Ops! aku lupa, kali ini aku nulis tentang hubungan pertemanan yang bagi aku sulit kalo udah sering bareng (mungkin udah takdir aku kali ya hahaha).


Aku gak punya banyak temen deket, tapi walaupun dikit mereka tuh berarti banget bagi aku, ntah bagi mereka aku berarti apa gak? tapi kayaknya untuk beberapa gak deh haha (masih bisa ketawa dengan hastag #akuorapopo). Saking berartinya aku tuh respect banget sama mereka, dari hal terkecil sampe hal yang serius baik yang privasi maupun gak. Aku coba untuk bisa masuk dunia mereka walaupun sebenernya tuh aku kurang sependapat. Aku ngalah demi gak ada cekcok (ada beberapa hal aku keras). Aku juga coba ngerti keadaan mereka yang gimana-gimana. Aku juga suka kasih beberapa nasihat yang aku juga perlu nasihat itu. Aku kasih nasihat itu bukan aku sudah lebih baik dari mereka tapi aku dapet nasihat dari orang-orang disekitarku, terus saking aku peduli sama temen aku, terkadang suka aku share ke mereka tapi feedback-nya ke aku kurang respect aja sama apa yang sudah aku kasih gitu.


Aku pernah bermasalah dengan kelompokku (teman) dan bisa di bilang sering juga sih, hehe. bukan bermaksud egois tapi kalo menurut dari mereka yang kurang mau mencoba respect sama apa yang sudah aku lakuin aja ke mereka. Rata-rata ujung dari permasalahanku, selalu aku yang mencoba untuk menenangkan diri dengan cara menjauh dari mereka. entah apakah salah atau tidak dengan tindakanku yang seperti itu? Tapi bukan berarti menjauh menjadi musuh. Kita masih berteman tapi aku agak sulit menerima pertemanan seperti dulu lagi. Butuh waktu untuk bisa membuktikan kalo mereka sudah bisa respect apa yang orang lain lakuin untuk kehidupan mereka.


Aku selalu bilang mereka kurang bisa respect apa yang udah aku lakuin untuk kehidupannya mereka. Menurutku, tidak banyak perubahan yang mengarah kebaikan yang aku lakukan untuk mereka, karena aku bukan siapa-siapa. Tapi setidaknya aku berusaha untuk mereka yang lebih baik walaupun aku masih jauh untuk dikatakan baik. Aku pernah berpikir, mereka seperti itu mungkin karena aku suka merendah dan membodohi diri sendiri.


Oke, balik ke masalahku! aku pernah bermasalah dengan kelompokku dan ujung-ujungnya aku yang selalu menjauh atau setidaknya aku menghindar. Pada awalnya mereka beranggap aku musuh (wajar) tapi waktu berjalan terus dan akhirnya kami berteman lagi tapi batasan di antara kami, aku rasakan. Dan asalkan kalian ingin tahu, ntah setiap kali terulang kejadian seperti itu, I felt free aja gitu. Kayak apa ya? pikiran aku tuh kayak lebih kebuka aja gitu. Dan yang lebih anehnya lagi dan perlu aku tegaskan lagi, SETIAP AKU BERMASALAH DENGAN KELOMPOKKU DAN AKU MENJAUH, DI AWAL BERANGGAPAN MUSUH, SUDAHNYA HANYA BERTEMAN DAN SETELAH ITU AKU NGERASA FREE UNTUK SEGALANYA AJA!! 



eits, itu baru awal loh. Oke, aku lanjut besok ya hehe biar penasaran gitu hehe ..

You Might Also Like

0 komentar